RADIO SUARA KANCANTA 100.3 FM
12380100_760190970780473_1629627518_n

Seorang Residivis Curas Dicokok Polres Lotim

Lotim, kancantaradio.com – Tim Buru Sergap (Buser) Satuan Reserse Kriminal Polres Lotim kembali mengamankan seorang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) asal Lendang Bagek Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dengan inisial BG (25). Pelaku merupakan residivis curas yang sekitar lima bulan baru keluar dari jeruji besi.
Kepada wartawan di Mapolres Lotim, Senin (14/12), Kapolres Lotim, AKBP Karsiman, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Haris Dinzah, SH, S.IK mengatakan, pelaku diamankan sekitar pukul 12:00 WITA di Ijobalit Kecamatan Labuhan Haji. Pelaku merupakan residivis curas yang sekitar lima bulan lalu baru keluar. Dalam menjalankan aksinya, pelaku tidak segan-segan melukai korbannya dengan senjata tajam (sajam), baik ketika beraksi di jalanan atau membegal, maupun melakukan aksi perampokan di rumah warga.
“Pelaku merupakan residivis, modusnya dengan mencongkel rumah korbannya menggunakan linggis dan melakukan perampasan sepeda motor warga di jalan raya. Pelaku ini juga tidak segan-segan melukai korban menggunakan sajam berupa parang”, jelas Haris.
Setelah pelaku dimintai keterangan, kata Haris, BG mengaku sudah melakukan aksinya di 3 TKP pasca keluar dari tahanan sejak lima bulan yang lalu. Sementara, barang bukti (BB) yang berhasil diamankan oleh petugas berupa uang tunai, satu buah handphone dan satu unit sepeda motor jenis Vario CBS, dengan Nomor Polisi (Nopol), DR 5724 LI.
Haris menuturkan, ketika dilakukan penangkapan di jalan raya Ijobalit, korban BG ini sempat melawan. Sehingga, tim buser langsung melumpuhkan pelaku dengan melepaskan tembakan dan mengenai kaki sebelah kanan. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, pelaku BG dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
“Walaupun pelaku ini tubuhnya kecil. Namun ia cukup kuat, pada saat tim buser melakukan penangkapan, dia sempat melakukan perlawanan. Sehingga, petugas langsung melumpuhkannya. Untuk kasus ini, kita tetap melakukan pengembangan karena pelaku di dalam menjalankan aksinya tidak sendirian”, pungkas Haris. (kis)

12358088_759102444222659_1587777088_n

FORMULA Harapkan Pemerintah Maksimalkan Peran Kaum Muda

Mataram, kancantaradio.com – Terorisme merupakan istilah yang dewasa ini kerap menjadi buah bibir masyarakat. Karena seringnya terjadi tindakan pengerusakan yang dikategorikan sebagai terorisme, sebab mengancam banyak korban. Satu persatu para pelaku teror atau teroris teridentifikasi dan telah banyak yang tertangkap petugas keamanan. Dari hasil pengungkapan dan penangkapan itu, diketahui bahwa pelaku teror yang telah meninggalkan duka mendalam di tengah masyarakat karena menyebabkan banyaknya korban adalah kaum muda. Hal ini diungkapkan Direktur Bimas Kepolisian Daerah (Polda) NTB, Kombes (Pol) Suwarto belum lama ini di Mataram.
Kondisi tersebut tentunya merupakan perkara yang perlu mendapatkan perhatian serius. Sebab, sejatinya pemuda adalah generasi emas yang akan melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan, malah menghancurkan Negara dengan membuat bencana di sana-sini. Oleh karena itu, perlu kiranya dibangun komunikasi yang baik antar kalangan muda.
Sebagai institusi penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Kepolisian Daerah (Polda) NTB terus berupaya mengeliminir setiap potensi gerakan terorisme di wilayah Nusa Tenggara Barat dengan berbagai hal. Seperti, mendorong dan mendukung agenda pertemuan dan dialog-dialog keagamaan yang dihadiri forum pemuda lintas agama dalam rangka memberikan pencerahan dan pemahaman terhadap doktrin agama yang benar.
“Polda akan tetap mendukung dan mendorong adanya pertemuan atau dialog-dialog keagamaan yang diadakan forum pemuda lintas agama sebagai saran memberikan pencerahan dan pemahaman terhadap doktrin agama yang benar. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, akan dapat menekan perilaku radikalisme yang dilakukan oknum pemuda dengan mengatas namakan agama”, terangnya.
Sementara itu, Ketua Forum Pemuda Lintas Agama (FORMULA) Nusa Tenggara Barat, Muharrar Iqbal yang merupakan jebolan pesantren ini, tidak menampik dugaan yang disebutkan Polda NTB tentang tingginya tingkat keterlibatan pemuda dalam kegiatan terorisme di daerah ini. Namun, dirinya berharap agar pemerintah dan pihak-pihak berkompeten lainnya tidak ansih menyalahkan pemuda. Akan tetapi, perlu dicarikan solusi yang baik dan terarah agar dapat meminimalisir peluang pemuda untuk terlibat tindakan terorisme.
“Pemerintah ataupun pihak-pihak terkait lainnya, tidak sekedar menyalahkan pemuda. Namun, ada baiknya memikirkan kondisi pemuda. Perlu kiranya diberikan dan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan positif. Sehingga, pemuda dapat mengembangkan diri mereka dengan pemikiran dan aktifitas yang baik dan benar”, ungkapnya. (kis)

12366790_759101140889456_1334100903_n

Seekor Ikan Paus Terdampar di Pantai Labuhan Haji

Lotim, kancantaradio.com – Seekor paus ditemukan warga mati terdampar di Pantai Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Paus yang diperkirakan memiliki berat sekitar 2 ton lebih itu, pertama kali ditemukan oleh salah seorang nelayan yang tengah menjaring ikan di tengah laut. Seketika, ia dikejutkan dengan sosok paus berukuran besar yang masuk kedalam jaringnya dan sudah tidak bernyawa.
Informasi yang dihimpun Kancanta, ikan raksasa itu pertama kali ditemukan oleh salah seorang nelayan asal Suralaga Kecamatan Suralaga yang tengah menangkap ikan di Pantai Labuhan Haji sekitar pukul 07:00 WITA, Kamis (10/12), pada saat ditemukan, ikan raksasa itu sudah tidak bernyawa.
“Ikan paus ini pertama kali ditemukan oleh salah seorang nelayan, yang saat itu masuk kedalam jaringnya”,ungkap Samsul, masyarakat setempat.
Sementara, masyarakat setempat di Dusun Padak Desa Kertasari Kecamatan Labuhan Haji yang menjadi lokasi penemuan paus itu langsung berhamburan keluar untuk menyaksikan langsung rupa ikan raksasa tersebut. Melihat kondisi paus yang sudah tidak bernyawa. Masyarakat setempat berdasarkan kesepakatan bersama dengan Kepala Dusun (Kadus) langsung menggeret ikan raksasa tersebut ke pinggir pantai. Namun karena kesulitan untuk menggeret, masyarakat akhirnya memilih untuk memotong-motong daging paus agar dagingnya bisa dinikmati oleh masyarakat dan tidak mubazir.
Seketika, masyarakat Dusun Padak Desa Kertasari langsung mengeluarkan pisau dan menyayat tubuh dari paus tersebut dan mengambil dagingnya untuk dimakan.
“Karena berat dan paus juga sudah dalam kondisi mati, makanya kita langsung memotong-motongnya dan dibagikan ke warga sekitar”, lanjutnya.
Kabar penemuan tersebut kemudian secara cepat menyebar dari mulut ke mulut. Akibatnya, ratusan warga sepanjang Pantai Labuhan Haji mendatangi lokasi penemuan ikan paus tersebut. Bahkan, sampai sekitar pukul 11:30 WITA, ratusan warga Labuhan Haji dan Lotim pada umumnya masih berdatangan menuju ke pantai Labuhan Haji untuk melihat langsung kondisi ikan paus yang sebagian dagingnya sudah dipotong-potong dan terdampar di tepian pantai.
Sementara, Kapolsek Labuhan Haji, IPTU Muhajirin yang dikonfirmasi via ponselnya membenarkan adanya penemuan ikan paus di pantai Labuhan Haji. Penemuan paus itu, katanya, bermula pada saat salah seorang nelayan sedang menjaring ikan di lokasi tersebut. Ikan raksasa itu sempat menjadi tontonan masyarakat. Namun, berdasarkan keputusan dari masyarakat dengan Kepala Dusun setempat supaya daging paus itu dibagi dan dijual karena sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
“Kita dari Polsek sempat mau mengamankannya dengan memanggil pihak dari dinas kelautan dan perikanan. Namun, masyarakat lebih memilih supaya dagingnya dibagi dan dijual. Sementara, uang penjual daging itu bagi masyarakat luar diserahkan ke masjid”, ujarnya.
Muhajirin menuturkan, sebelum ikan paus itu ditemukan mati dan terdampar, sejumlah masyarakat pada hari Rabu sore sempat melihat ikan besar yang melintas di pantai Labuhan Haji. Namun, para pengunjung mengira bahwa itu merupakan lumba-lumba dan menjadi tontonan masyarakat.
“Sore hari sebelum ditemukan, masyarakat sempat melihat adanya ikan besar yang melintas. Namun itu hanya ditonton oleh masyarakat karena mereka mengira itu adalah lumba-lumba”,tuturnya. (yon)

12355138_758869690912601_917253916_n

Hanya Desa Korleko Yang Salurkan Raskin Sesuai Aturan Sebenarnya

Lotim,  kancantaradio.com – Dari 200 lebih desa yang ada di Lombok Timur. Hanya Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji yang berani menerapkan aturan sesungguhnya dalam penyaluran beras miskin (raskin) kepada warga yang berhak menerimanya. Penyaluran beras miskin (raskin) merupakan program Pemerintah Pusat yang dihajatkan untuk membantu masyarakat dengan penghasilan minim dalam mengurangi beban hidup yang semakin hari semakin tinggi. Namun, meskipun didasari dengan peraturan yang jelas terkait penyalurannya. Tetap saja terjadi penyaluran yang menyimpang dari ketentuan.
Dalam pantauan Kancanta pada sebagian besar desa yang ada di Lombok Timur, selalu saja ditemukan adanya penyimpangan dalam penyaluran beras miskin (raskin) bagi masyarakat yang sudah ditentukan sebagai penerimanya. Baik dari sisi harga, ataupun jumlah perolehannya. Praktik yang demikian sudah berlangsung lama dengan sejumlah alasan pembenaran. Seperti untuk pemerataan dan lain sebagainya.
Sebagian besar, praktik pembagian secara merata yang dijalankan. Meskipun, ada juga yang masih memilah-milah penerima tambahan di luar yang memang memiliki hak dengan beberapa alasan. Namun, persoalan harga, kebanyakan petugas penyalur raskin di tiap-tiap desa menambah harga perkilonya dari ketentuan yang sudah diatur pemerintah sebesar 1600 per kilo.
Beda halnya dengan Kepala Desa Korleko, Wildan, S.Pd. Sejak setahun terakhir, penyaluran raskin di desa yang dipimpinnya selalu berdasarkan aturan yang ada, yakni 15 kg atau 1 karung raskin untuk masing-masing warga yang sudah ditetapkan sebagai penerima. Harganya pun tidak mengalami penambahan. Tetap dengan harga 1600 per kg.
“Saya tidak mau melakukan kesalahan dengan merampas hak masyarakat saya yang miskin dengan menambah harga berasnya dan mengurangi perolehannya. Sebab, saya pernah mendengar Bupati Ali BD mengatakan, siapa saja yang membuka karung raskin dan mengurangi perolehan warga yang berhak menerimanya, itu adalah pekerjaan PKI, itu pekerjaan setan”, ungkapnya menirukan ucapan Bupati Ali Bin Dachlan saat dikonfirmasi Kancanta di Korleko belum lama ini.
Atas kesadaran untuk tidak merampas hak warganya yang miskin. Makanya, ia berani menghadapi tanggapan negatif dari masyarakat lainnya yang tidak setuju dengan kebijakan yang diambilnya tersebut. Oleh karena itu, sejak setahun terakhir, pengambilan raskin dilakukan di Kantor Desa untuk menghindari praktik yang keliru, seperti sebelum-sebelumnya.
Masyarakat penerima raskin menyambut baik kebijakan yang diambil Kepala Desanya. Lembaga-lembaga yang ada dalam Pemerintahan Desa, LKMD maupun BPD pun turut memberikan dukungan atas kebijakan tersebut.
Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan dalam berbagai kesempatan kerap menyinggung persoalan penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin. Tak terkecuali, penyaluran raskin yang kerap mengabaikan aturan sebenarnya. (kis)

12348236_758338524299051_1987249101_n

Rebo Buntung Tetulak Tamperan, Wisata Budaya Yang Tak Terlupakan

Lotim, kancantaradio.com – Di saat 3 kabupaten/kota lainnya di Pulau Lombok sedang menjalankan proses pemungutan suara untuk memilih calon pemimpinnya untuk masa jabatan 5 tahun ke depan. Ribuan masyarakat Lombok Timur memusatkan perhatian ke kawasan Kecamatan Pringgabaya. Tepatnya di Pantai Tanjung Menangis Ketapang Desa Pringgabaya. Di lokasi ini dalam setiap tahunnya, selalu digelar suatu ritual adat masyarakat nelayan yang dihajatkan untuk mendapatkan berkah dari hasil laut yang menjadi sumber penghasilan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kegiatan yang terkenal dengan sebutan Rebo Buntung Tetulak Tamperan tahun ini kembali digelar pada Rabu (9/12).
Dalam pelaksanaannya, acara Rebo Buntung Tetulak Tamperan diwarnai ritual adat selamat laut dengan melarungkan berbagai bahan makanan sebagai wujud rasa syukur masyarakat nelayan yang telah mendapatkan manfaat besar dari hasil laut dan berharap di tahun-tahun berikutnya juga demikian dan kalau perlu semakin bertambah. Saat pelarungan berbagai jenis bahan makanan, seperti buah-buahan dan sayur-mayur ke tengah laut. Satu lagi yang tidak pernah terlupakan untuk diikut sertakan dalam pelarungan, yakni kepala hewan ternak, kambing atau sapi.
Rebo Buntung Tetulak Tamperan merupakan agenda masyarakat di Kecamatan Pringgabaya yang tidak pernah terlupakan untuk digelar setiap tahun. Menurut Camat Pringgabaya, M. Anwar, acara Rebo Buntung Tetulak Tamperan merupakan kegiatan tahunan yang dihajatkan untuk memperkenalkan daerahnya di mata dunia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, H. Khairil Anwar Mahdi mengatakan bahwa kegiatan budaya seperti acara Rebo Buntung member warna pada dunia wisata daerah. Sebab, fenomena yang terjadi belakangan ini, kebanyakan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lombok Timur merupakan orang-orang yang tertarik dan mengejar wisata budaya yang dianggapnya unik dan langka yang tidak ada di negaranya.
“Kita perlu mendorong kegiatan-kegiatan yang bernilai budaya untuk dikemas menjadi sesuatu yang dapat dijadikan objek wisata. Sebab, yang terjadi saat ini, banyak wisatawan yang mengejar wisata budaya. Sehingga, kegiatan-kegiatan seperti ini perlu dikembangkan agar bisa menjadi destinasi wisata unggulan”, ungkapnya saat memberikan sambutan sebelum melaksanakan pelarungan bahan makanan sebagai bagian terpenting dalam ritual selamat laut.
Ditambahkannya, Pemerintah Daerah Lombok Timur sudah bertekad untuk membangun pariwisata di daerah ini. Sebab, manfaat dari berkembangnya dunia pariwisata telah dirasakan betul. Selain menyumbang pendapatan asli daerah, perkembangan dunia pariwisata juga mampu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjalankan aktifitas perekonomiannya. (kis)

12316595_757824567683780_4469833924105090108_n

HUT DWP KE-16 : TINGKATKAN PERAN WANITA DALAM PEMBANGUNAN

Lotim, kancantaradio.com – Organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lombok Timur menggelar acara resepsi Hari Ulang Tahun DWP ke-16 pada Selasa (8/12) di Gedung Wanita, Selong, setelah sebelumnya telah melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan. Seperti, memberikan bantuan air bersih bagi masyarakat di Desa Lando Kecamatan Terara sebanyak 5 tangki dan melaksanakan kegiatan khitanan massal di Kecamatan Selong.

Selain melaksanakan dua kegiatan tersebut di atas, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lombok Timur, menurut Ketua Panitia HUT DWP Ke-16 Tahun 2015, Wima Tasywiruddin juga telah menggelar lomba lingkungan bersih dan sehat, lomba mewarnai dan lomba busana kerja khas tenun Lombok. DWP Kabupaten Lombok Timur juga memberikan 82 buah sikat gigi, bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang disertai dengan tuntunan tentang tata cara menyikat gigi yang benar dan melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Rinjani, Selong.

Dengan melaksanakan sejumlah kegiatan, termasuk dengan memberikan bantuan sosial, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lombok Timur ingin menunjukkan bahwa organisasi para isteri pegawai ini mampu memiliki andil besar dalam pembangunan bangsa sesuai prinsip yang sudah lama dipegang kuat. Seperti yang disampaikan Ketua DWP Kabupaten Lombok Timur, Hj. Siti Sukenah Rohman Farly saat menyampaikan sambutannya dalam acara tersebut.

Dikatakannya, sebagai wadah pemersatu para isteri pegawai, DWP Lotim akan terus meningkatkan perannya membantu Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk meningkatkan peranan dalam pembangunan nasional, pengurus dan anggota DWP diharapkan terus mengembangkan kualitas diri.

“Melalui momentum HUT ke-16 ini. Dharma Wanita Persatuan tetap akan mendukung pemerintah dalam melaksanakan pembangunan yang tertuang dalam RPJM Nasional yang sesuai dengan visi misi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Selain itu, DWP juga memberikan perhatian serius terhadap kemerosotan moral yang dialami bangsa saat ini. Di mana, kerap terjadi tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penyalahgunaan narkoba yang dilakukan kalangan muda. Untuk itulah, DWP mendorong peran keluarga dalam melakukan pencegahan”, ungkap isteri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur ini.

Sementara itu, atas nama Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, H. Rohman Farly menyampaikan terima kasihnya atas sumbangsih yang telah diberikan DWP selama ini dengan membantu Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan.

“Pemerintah Daerah berterima kasih kepada DWP yang telah banyak berkiprah dalam pembangunan di Lombok Timur. Semoga DWP diberikan kekuatan untuk tetap menjalankan pengabdiannya bagi bangsa dan negara. Sehingga dapat meningkatkan kontribusinya dalam memajukan perempuan dan pembangunan daerah”, ucap Farly di lokasi yang sama.

Selain memuji, Rohman Farly juga mengingatkan DWP Lombok Timur agar mampu mengevaluasi diri secara terus menerus untuk dapat melakukan perbaikan dan meningkatkan semangat dalam berkiprah memberi manfaat bagi masyarakat lebih luas lagi. (kis)

12351074_756918197774417_2007019534_n

TATA RUANG LOTIM DISOROT

Lotim, kancantaradio.com – Tata ruang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembangunan. Kajian tentang tata ruang dimaksudkan untuk menciptakan kemudahan dalam pengaturan klasifikasi pembangunan yang ditinjau dari aspek manfaat dan area. Meskipun, peraturan terkait tata ruang telah ada sejak lama. Namun dalam pelaksanaannya, tidak jarang ditemukan pertentangan dengan aturan yang ada. Pun demikian halnya dengan yang terjadi di Lombok Timur. Masih banyak bangunan yang berada pada lokasi yang tidak sesuai dengan aturan tata ruang.

Menyoroti persoalan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lombok Timur, Ir. Marhaban menyampaikan bahwa persoalan tata ruang selalu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang sulit diatasi oleh Pemerintah.
“Semua daerah pasti mengalami kendala dalam menegakkan peraturan terkait tata ruang. Bukan hanya di Lombok Timur. Semua daerah. Untuk menjalankan aturan yang menjadi acuan tata ruang, diperlukan kerjasama semua lini. Mulai dari pemerintah di tingkat terbawah, yakni Kepala Desa. Sebab, kalau mengharapkan kerja maksimal Pemerintah Daerah, tentu tenaga yang dimiliki tidak akan mampu memantau semua wilayah Lombok Timur yang sangat luas ini”, ungkapnya di Selong, saat dikonfirmasi Kancanta pada Sabtu (5/12) kemarin.

Diakui Marhaban, persoalan tata ruang merupakan pekerjaan rumah yang cukup menguras fikiran dan tenaga untuk dituntaskan. Sebab yang terjadi selama ini, terlalu banyak masyarakat yang tidak peduli tentang aturan yang sudah dibuat. Meskipun, telah sering disosialisasikan. Di sana sini terdapat bangunan yang tidak berada pada lokasi yang benar. Terutama, yang terkait pembangunan tempat tinggal atau lain sebagainya pada sempadan sungai ataupun sempadan jalan.

“Masyarakat sudah terlanjur membuat rumah pada lokasi yang tidak dibenarkan aturan tata ruang. Fungsi pengawasan dan pencegahan yang dimiliki pemerintah sama sekali tidak berdaya. Paling banter sanksi yang diterima masyarakat karena menyalahi aturan tata ruang adalah harus siap digusur pada saat negara akan memanfaatkan lahan yang dimanfaatkan masyarakat tempat mendirikan bangunan. Sebab, izin mendirikan bangunan tidak akan pernah dimiliki masyarakat”, lanjutnya. (kis)

LOGO KANCANTA II

PTS Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Lotim, kancantaradio.com – Maraknya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) merupakan bukti tingginya animo masyarakat untuk mendapatkan pendidikan di Nusa Tenggara Barat. Namun, semangat membangun dunia pendidikan tersebut sulit akan berjalan dengan maksimal dengan hasil yang baik, jika tidak ada campur tangan pemerintah. Karena sesungguhnya, pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah.

Ketua Yayasan Swadaya Membangun, HM. Ali Bin Dachlan yang memiliki lembaga pendidikan Universitas Gunung Rinjani yang berkampus di Anjani, Lombok Timur mengatakan bahwa sejatinya pendidikan bagi masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah. Terlalu banyak dana yang digelontorkan Pemerintah Pusat untuk membangun dunia pendidikan. Jika itu dikelola dengan baik. Maka, pendidikan akan lebih berkembang.

“Tidak kurang 300 Trilyun yang dialokasikan Pemerintah pada sektor pendidikan. Kalau Pemerintah merasa bertanggung jawab terhadap berlangsungnya pendidikan bagi masyarakat. Maka, dipastikan seluruh lembaga pendidikan akan mendapatkan perhatian dengan kucuran bantuan. Termasuk sekolah-sekolah atau Perguruan Tinggi Swasta yang jumlahnya cukup banyak”, ungkapnya di Mataram pada Sabtu (5/12).

Lanjutnya, jika Pemerintah merasa bertanggung jawab pada pendidikan. Maka, sekolah ataupun Perguruan Tinggi Swasta tidak perlu lagi membuat proposal terlebih dahulu untuk mendapatkan bantuan Pemerintah.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama. Koordinator Kopertis Wilayah Denpasar, Prof. DR. I Nengah Dasi Astawa membenarkan kalau pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah. Namun pada pelaksanaannya, dibutuhkan persyaratan administrasi yang kuat agar bantuan yang diberikan tidak diselewengkan pihak yayasan ataupun rektor.

“Bahwa pendidikan itu adalah tanggung jawab pemerintah, itu benar. Oleh karena itu, secara rutin setiap tahun Pemerintah Pusat mengucurkan bantuan bagi Perguruan Tinggi Swasta. Tahun ini 500 Juta untuk masing-masing PTS. Namun yang kerap terjadi, banyak bantuan yang diselewengkan pihak yayasan ataupun rektor. Sehingga, pemerintah memperketat administrasi proposalnya. Sehingga, tidak semua PTS yang mendapatkan bantuan tersebut”, ungkapnya. (kis)

12351074_756918197774417_2007019534_n

PU SISAKAN 3 PR

kancantaradio.com – Pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian yang paling menonjol dan paling disorot oleh masyarakat. Karena keberadaan infrastruktur jalan yang baik akan membantu memperlancar kegiatan perekonomian masyarakat. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lombok Timur sebagai instansi yang diberikan tanggung jawab dalam membuat perencanaan dan pembangunan infrastruktur di daerah ini telah melaksanakan tugasnya dengan cukup baik. Meskipun, diakui belum sempurna.

Saat dikonfirmasi di kantornya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lombok Timur, Marhaban menyatakan program pembangunan infrastruktur jalan di Lombok Timur hingga menjelang akhir tahun anggaran 2015 ini telah banyak dirampungkan pengerjaannya. Hanya beberapa saja yang tinggal penyelesaian.

“Program-program pembangunan infrastruktur jalan sudah banyak yang selesai pengerjaannya. Hanya beberapa saja yang menunggu proses penyelesaian yang tinggal beberapa persen. Akan tetapi, saya sudah memberikan peringatan kepada seluruh pihak pelaksana proyek yang belum menuntaskan pekerjaannya agar segera menyelesaikannya. Saya kasih batas hingga 15 Desember”, Jelas Marhaban pada Sabtu (5/12).

Meskipun telah menyelesaikan seluruh program yang dianggarkan pemerintah. Namun disampaikan Marhaban, masih ada pekerjaan rumah (PR) yang belum diselesaikan Dinas PU pada tahun ini. Karena merupakan program dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan yang baru dikucurkan Oktober lalu. Sehingga, proses pelaksanaan proyek yang dianggarkan tidak dapat diselesaikan pada tahun ini.

Dikatakannya, masih ada 3 PR lagi yang akan diselesaikan pada tahun anggaran berikutnya di tahun 2016. Ketiganya itu yakni, pembuatan 3 jembatan masing-masing jembatan Pancor Trade Center (PTC), jembatan Ledang dan jembatan Tuntang.

“Untuk ketiga proyek pembangunan jembatan ini, yang dapat dilaksanakan tahun ini hanya proses pembuatan bagian bawahnya saja. Namun, kondisi ini sudah kami sampaikan ke pusat dan itu dibenarkan dengan catatan diselesaikan tahun depan dengan anggaran yang tetap sesuai yang sudah dianggarkan”, imbuhnya.

Biaya dari 3 proyek jembatan ini sekitar 2,5 Milyar yang bersumber dari DAK Tambahan yang berjumlah total keseluruhannya adalah 25,7 Milyar. (kis)

12319384_756568427809394_1925293270_n

TPST Ijo Balit Akan Siap September Tahun Depan

Lotim, kancantaradio.com – Sebelum pembangunan TPA Ijo Balit yang akan didanai bantuan yang berasal dari Jerman yang saat ini masih dalam proses pembahasan. Kantor Kebersihan dan Tata Kota Kabupaten Lombok Timur mendapatkan bantuan dana hibah dari luar negeri lainnya untuk membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Ijo Balit juga.

Menurut Kepala Kantor Kebersihan dan Tata Kota Kabupaten Lombok Timur, H. Ridatul Yasa, proses pembangunan TPST Ijo Balit sudah pada tahap pembersihan lahan. Diperkirakan, proses pembangunannya akan berakhir September tahun depan dan akan langsung beroperasi. Demikian disampaikannya kepada Kancanta pada Kamis (3/12) kemarin di Labuhan Haji.

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Ijo Balit dibangun pada lahan seluas 70 Are dengan luas bangunan 40 Are. Di lokasi ini akan dibangun fasilitas pengolahan sampah dengan kapasitas 15 Ton sehari.

“Sesuai rencana, TPST Ijo Balit akan selesai dibangun pada September tahun depan dan langsung beroperasi. Sampah-sampah di TPST akan dipilah antara organik dan anorganik. Fasilitas yang disediakan akan mengolah sampah organik menjadi kompos dengan kapasitas sekitar 2 hingga 3 Ton setiap hari”, jelas Ridatul Yasa.

Sementara itu, terkait pendistribusian pupuk kompos hasil olahan TPST Ijo Balit, Ridatul mengatakan masih akan mengkomunikasikannya dengan pihak-pihak terkait yang ingin melakukan usaha pendistribusiannya.

“Akan ada pembahasan nanti terkait pendistribusian pupuk kompos hasil olahan TPST Ijo Balit”, terangnya. (kis)

12348214_756567517809485_155687996_n

Lotim Book Fair 2015 Berjalan Sukses

Lotim, kancantaradio.com – Setelah menyelesaikan sejumlah agenda kegiatan sejak 25 November hingga 3 Desember 2015, Lotim Book Fair 2015 akhirnya resmi ditutup pada Kamis malam (3/12) oleh Bupati Lombok Timur yang diwakili Kepala Kantor Arsip Perpustakaan Daerah dan Dokumentasi (Arpusdadok)Kabupaten Lombok Timur, H. L. Taufikurrahman.

Lombok Timur Book Fair tahun ini merupakan pelaksanaan ke-10 secara beruntun. Setiap pelaksanaannya, dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan. Sehingga, ada keinginan dari pihak sponsor utama, Gramedia, agar Book Fair diselenggarakan dua kali dalam setahun. Hal ini disampaikan Ketua Panitia, L. Nasrun dalam laporannya.

Acara yang berlangsung selama 9 hari tersebut, tergolong sukses, karena dikunjungi ribuan orang setiap harinya. Begitupun juga halnya dengan jumlah buku yang terjual dan beberapa pernak-pernik lainnya. L. Nasrun menyampaikan, setidaknya 19 juta selalu masuk setiap harinya.

Kesuksesan pelaksanaan Book Fair tahun ini turut ditandai dengan keterlibatan kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat dan jumlah pengunjung yang selalu di atas ribuan setiap harinya. Bahkan, pada 30 November, jumlah pengunjung mencapai 2460 orang.

Bukan hanya itu, jumlah peserta dari 9 jenis perlombaan yang diselenggarakan dalam Book Fair ini juga mencapai angka dua ribu lebih. Sehingga, pelaksanaan perlombaannya mengalami penambahan waktu.

“Tak disangka, jumlah peserta 9 lomba yang diadakan mencapai dua ribu lebih. Sehingga, waktu pelaksanaannya yang tadinya direncanakan selama 5 hari mengalami penambahan hingga 9 hari. Penghasilan dari penjualan buku dan lainnya mencapai 19 juta lebih tiap harinya. Maka, sangat wajar ada keinginan agar Lotim Book Fair diselenggarakan dua kali setahun. Karena minat baca masyarakat Lombok Timur sudah makin meningkat”, kata L. Nasrun.

Sementara itu, Perwakilan Gramedia yang menjadi sponsor utama, Aditya mengatakan bahwa jumlah buku yang terjual selama Book Fair ini mencapai angka puluhan ribu. (kis)

12336414_756070554525848_536141819_n

Sanjungan Selangit Diberikan Bupati Kepada PKK

Lotim, kancantaradio.com – Atas keberhasilannya melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sedikit tidak telah mampu membantu Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan. Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur, khususnya, disanjung setinggi langit oleh Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan. Sanjungan itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acar Roadshow Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Tahun 2015 di Labuhan Haji, Kamis (3/12).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menilai kinerja yang ditunjukkan Tim Penggerak PKK jauh lebih baik dari apa yang diperlihatkan jajaran SKPD lingkup Pemerintah Daerah Lombok Timur yang menjadi pembantunya dalam menjalankan visi misinya sebagai Kepala Daerah.
Dikatakan Bupati, sebagai organisasi non pemerintah, PKK telah berbuat banyak dalam membantu tugas-tugas pemerintah. Meskipun bekerja sebagai sukarelawan yang tidak memiliki gaji tetap. Namun, PKK mampu bekerja dengan baik dan benar. Dan yang lebih penting, PKK tidak memiliki kemampuan untuk melakukan manipulasi dalam penggunaan anggaran yang diberikan pemerintah.
“Kalau PKK tidak ada yang bisa bermain dalam hal memanipulasi anggaran. Apa yang dikerjakan, dilaporkan secara real. Beda dengan dinas-dinas. Mereka sudah pintar-pintar dalam mengakali anggaran. Sering saya temukan adanya manipulasi anggaran dalam pertanggung jawaban penggunaannya. Ada yang melakukan kegiatan pelatihan hanya 6 jam. Tapi, dilaporkan 6 hari. Ini maling namanya”, sungut Bupati.
Keikhlasan dalam bekerja yang selama ini melekat pada PKK hendaknya terus dilestarikan dan dijaga. Karena dalam pandangan Bupati, pembangunan di Indonesia akan berhasil jika dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki keikhlasan.
“Tim Penggerak PKK itu selalu terjun ke desa-desa tiap hari. Meskipun, mereka tidak mendapatkan gaji. Coba, Tanya itu Ibu Ketua PKK, berapa gajinya. Tapi, kalau dinas-dinas, mereka tidak akan terjun ke lapangan jika belum ada tanda tangan proyek. Makanya, jangan anggap remeh kerjaan lembaga non pemerintah”, tambahnya.
Bupati juga menilai kegiatan roadshow yang dilaksanakan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB ini sangat baik dengan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan tersebut bermanfaat bagi masyarakat Lombok Timur. Begitu juga disampaikan apresiasi mendalamnya atas sejumlah program yang telah dikerjakan PKK dalam membantu tugas Pemerintah Daerah sejauh ini. (kis)

12347964_756057244527179_5550324870058094079_n

Erika TGB Kunjungi Lombok Timur

Lotim, kancantaradio.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Erika Zainul Majdi beserta rombongan berkunjung ke Kabupaten Lombok Timur dalam rangka Roadshow Tim Penggerak PKK NTB Tahun 2015. Kedatangan isteri Gubernur NTB ini disambut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Sufinah Ali beserta segenap pengurus dan kader PKK lainnya di halaman Kantor Camat Labuhan Haji pada Kamis (3/12). Turut hadir pula dalam acara tersebut, Bupati Lombok Timur dan sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemda Lombok Timur dan para Kepala Desa.

Dalam pidatonya, Hj. Erika menyampaikan bahwa kedatangan dirinya beserta rombongan roadshow di Lombok Timur dengan beberapa agenda kegiatan. Di antaranya, melakukan layanan KB gratis, memberikan layanan deteksi dini Kanker Serviks dan melakukan pembinaan sekaligus pemantauan terhadap berlangsungnya 10 Program PKK di lombok Timur.

Karena begitu pentingnya program KB dalam menekan laju pertumbuhan jumlah penduduk di NTB khususnya, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB ini mengingatkan kepada seluruh kader PKK agar tidak pernah berhenti mengajak masyarakat untuk menjadi akseptor KB.

Begitu juga halnya dengan upaya pendeteksian penyakit pembunuh wanita nomor satu, yakni Kanker Serviks. Masyarakat dihimbau agar mau secara sukarela memeriksakan diri sejak dini agar terhindar dari akibat terfatal penderita Kanker Serviks atau Kanker Mulut Rahim, yakni kematian. Mengingat, penyakit yang satu ini akan dapat dicegah akibat terburuknya, jika dapat terdeteksi sejak jauh-jauh hari.

“Untuk beberapa kasus, Kanker Serviks seringkali diketahui pada saat penderita sudah berada pada kondisi Stadium 3 atau Stadium 4. Sehingga, upaya penyembuhannya sulit dilaksanakan. Kanker Serviks adalah penyakit pembunuh wanita nomor 1. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan catatan, penderitanya sudah diketahui sejak awal. Di mana kondisinya masih dalam kategori stadium awal”, jelas Hj. Erika di Labuhan Haji.

Ditambahkannya, dalam kesempatan roadshownya kali ini, Tim Penggerak PKK provinsi NTB juga melakukan pembinaan terkait penyelesaian administrasi. Sebab, sektor ini menjadi hal yang sangat penting sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada pemerintah yang memberikan alokasi anggaran.

Dalam kesempatan ini juga, isteri kedua dari Gubernur NTB ini memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat yang dibagi dalam banyak kategori. Seperti, ibu hamil, anak dengan berat di bawah garis merah, jompo dan lain sebagainya. Tak lupa disampaikan pula ucapan terima kasihnya kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur yang memahami dan membantu kegiatan PKK di daerah ini. (kis)

LOGO KANCANTA II

Masyarakat Keluhkan Lambannya Layanan BPN

Lotim, kancantaradio.com – Layanan pembuatan sertifikat tanah pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lombok Timur dinilai lamban oleh sebagian masyarakat. Padahal, kebutuhan masyarakat pada kelengkapan dokumentasi yang menjadi bukti kepemilikan tanah oleh masyarakat ini sangat penting dan bersifat urgen. Seperti yang diutarakan Yoni, warga Desa Danger Kecamatan Masbagik. Bukan hanya Yoni, beberapa orang lainnya juga mengakui lambannya penerbitan sertifikat tanah di BPN Lombok Timur.

Kebutuhan masyarakat akan kecepatan layanan pembuatan sertifikat tanah tergolong kebutuhan mendesak yang hendaknya menjadi prioritas utama Badan Pertanahan Nasional. Karena peruntukan sertifikat tersebut kerap akan digunakan sebagai agunan pada lembaga perbankan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha. Namun, yang terjadi di Lombok Timur adalah sering tertundanya penerbitan sertifikat yang diajukan masyarakat.

Terhadap kondisi yang dikeluhkan sebagian masyarakat itu, Kancanta berusaha menemui Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Lombok Timur. Namun, usaha tersebut tidak menemui hasil. Sebab, yang bersangkutan tidak ada di kantornya.

Kepala Urusan (kaur) Umum BPN Kabupaten Lombok Timur, Arif yang dikonfirmasi Kancanta di kantornya pada Rabu (2/12) kemarin tidak berani berkomentar. Karena tidak ada mandat dari Kepala Badannya yang saat ini sedang berada di luar daerah untuk memberikan pernyataan ke media.

“Saya tidak berani memberikan pernyataan. Sebab, itu bukan kewenangan saya. Tidak ada mandat dari Kepala Badan. Beliau sedang berada di luar daerah untuk tugas. Mudah-mudahan, Senin depan, Beliau sudah ada di sini”, jelasnya. (kis)

12319436_755964344536469_326151671_n

Ribuan Buku Terjual Di Lotim Book Fair

Lotim, kancantaradio.com – Hingga menjelang penutupan Lombok Timur Book Fair 2015, ribuan orang sudah mengunjungi pameran buku yang diselenggarakan Kantor Arsip Perpustakaan Daerah dan Dokumentasi Kabupaten Lombok Timur ini. Selain mengikuti sejumlah kegiatan lomba yang diadakan, para pengunjung juga tak menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan buku-buku berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau.

Karena murahnya harga yang diberikan Gramedia sebagai pihak yang menyediakan buku dalam pameran yang sudah menjadi agenda tahunan Kantor Arpusdadok Lotim ini, jumlah penjualanpun tinggi. Hingga hari H-1 penutupan, ribuan eksemplar buku telah terjual. Hal ini disampaikan kasir Gramedia yang tidak berkenan dipublikasikan identitasnya saat dikonfirmasi Kancanta di arena pameran pada Rabu (2/12).

Terpantau di lokasi pameran, masih banyak pengunjung yang antusias mencari buku yang diinginkan. Tak sekedar membeli 1 buah. Akan tetapi, tidak sedikit pengunjung yang membeli 2 ataupun 3 buah buku sekaligus.

Menurut kasir Gramedia, buku yang banyak diminati pengunjung adalah buku resep masakan dan ilmu pengetahuan umum.

“Yang paling sering dibeli pengunjung adalah buku resep masakan dan beberapa judul buku pengetahuan umum. Jumlah buku yang terjual dapat mencapai ribuan eksemplar. Ternyata, animo masyarakat Lombok Timur untuk membeli buku cukup tinggi”, ungkapnya.

Namun, pemandangan di lokasi pameran cukup complang. Suasana di dalam Gedung Wanita tempat pameran tetap ramai. Sedangkan di halamannya, yang sebelumnya dipenuhi stand-stand dari beberapa kontingen yang datang dari kabupaten/kota yang ada di Nusa Tenggara Barat, kini sudah sepi. Karena telah kembali. Meskipun, acara penutupan belum dilaksanakan. (kis)

Suara Informasi

Radio Suara Kancanta 100.3 FM