Dispar Lotim Dorong Adanya Regulasi Pendukung Wisata Halal

kancantaradio.com – Perkembangan pariwisata di Lombok sudah mulai mendapat perhatian wisatawan dunia. Terbukti, belum lama ini, Lombok masuk 10 besar tujuan wisata Asia berdasarkan data dari sebuah asosiasi travel. Hal ini hendaknya dapat ditangkap dengan positif oleh Pemerintah Daerah Lombok Timur. Karena itulah, sejumlah terobosan mulai dikembangkan untuk memanfaatkan peluang besar tersebut untuk dapat berbicara banyak di kancah pariwisata.

Mengingat semakin menggemanya wisata halal yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diturunkan ke masing-masing kabupaten. Lombok Timur menangkap semua itu dengan mendorong adanya regulasi tambahan sebagai pendukung penerapan wisata halal di daerah yang memiliki banyak potensi wisata ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, H. Hariyadi Djoewayni mengemukakan bahwa Pemerintah Daerah Lombok Timur perlu menerbitkan regulasi yang menjadi acuan bagi pegiat pariwisata di Lombok Timur yang mengacu pada penerapan wisata halal. Sebab, di beberapa kawasan wisata, ditemukan masih banyak yang belum memperhatikan sarana dan prasarana penunjang wisata halal.

Di hadapan pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis) se-Kabupaten Lombok Timur di Jerowaru, Kamis (23/3) kemarin, mantan Asisten I Setdakab Lombok Timur ini menyampaikan bahwa di beberapa penginapan yang ada di Lombok Timur, masih ada yang belum menyediakan fasilitas berwudlu bagi pengunjung. Padahal, brand wisata halal yang didengungkan pemerintah mengharuskan hal yang demikian itu.

“Namanya saja wisata halal. Tentu, hal-hal yang berkaitan dengan keperluan wisatawan muslim perlu dilengkapi. Seperti, kran untuk berwudlu’ yang masih ada penginapan yang tidak menyediakan hal itu. Makanya, ke depan, Dispar akan mendorong agar pemerintah mengeluarkan regulasi yang menuntut kelengkapan fasilitas penunjang wisata halal”, ungkapnya.

Brand wisata halal, pastinya akan menyedot perhatian wisatawan muslim untuk berkunjung ke Lombok. Karena itulah, penting kiranya untuk memperhatikan kelengkapan fasilitas penunjang kegiatan ibadah orang Islam. Bukan hanya dengan menyediakan kran untuk berwudlu’. Tapi juga, perlu disiapkan penunjuk arah kiblat. Demikian lanjutnya. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *