Juaini Tegaskan Tanah RSIK Adalah Asset Daerah

kancantaradio.com – Adanya klaim kepemilikan terhadap tanah seluas 1 Hektar yang diperuntukkan bagi pembangunan Rumah Sakit Islam KITA (RSIK) yang berlokasi di Labuhan Haji oleh Pemerintah Desa Labuhan Haji membuat Pemerintah Daerah Lombok Timur angkat suara. Melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, M. Juaini Taofik yang dikonfirmasi pada Selasa (13/6) kemarin di Selong, ditegaskan bahwa tanah yang dimaksud adalah asset daerah yang sudah tercatat di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Keputusan menjadikan tanah seluas 1 Hektar tersebut sebagai asset pemerintah daerah sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Sebelumnya, Pemerintah Daerah Lombok Timur telah melakukan upaya kroscek ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan didapati bahwa secara hukum tidak ada hak kepemilikan secara khusus yang melekat pada tanah tersebut. Berdasarkan data yang ada di BPN, diterangkan bahwa tanah tersebut pada awalnya adalah milik warga China yang dulunya banyak tinggal di Labuhan Haji. Namun, pasca tragedi pengganyangan terhadap etnis China yang terjadi di masa lampau, tanah tersebut ditinggalkan pemiliknya. Dengan demikian, menurut Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 23 Tahun 2004, telah dijelaskan bahwa tanah yang demikian itu dinyatakan tidak ada pemiliknya yang secara otomatis akan menjadi milik negara.

Namun, karena sudah didesentralisasikan atau diserahkan kepada kepala daerah, maka, kewenangan pengelolaan ada di tangan pemerintah daerah. Adapun terkait klaim yang menyebutkan bahwa tanah tersebut awalnya adalah milik Koperasi Unit Desa (KUD) Kurnia Tanjung, Juaini menegaskan bahwa pihak KUD Kurnia Tanjung pada saat itu hanya sebagai pemanfaat tanah, bukan berstatus sebagai pemilik tanah. Karena, status tanah tersebut setelah ditinggalkan pemiliknya yang merupakan etnis China menjadi tanah negara bebas yang diistilahkan dengan ground government dan saat ini, ungkap Juaini, tanah tersebut sudah resmi terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai asset daerah.

Sementara itu, di tempat terpisah, Camat Labuhan Haji, Rusno mempertanyakan tindakan pemerintah desa bersama warga yang akan melayangkan gugatan terkait keputusan kepemilikan tanah tersebut yang dinilai sepihak dan tak berdasar. Rusno mempertanyakan bukti surat kepemilikan yang dimiliki sebagai alasan kuat bahwa tanah tersebut adalah miliknya. (ovp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Musim Kemarau Tiba, Sumber Air Mulai Berkurang

kancantaradio.com – Memasuki musim kemarau, menjadi tantangan tersendiri bagi para petani Lombok Timur. Khususnya, bagi ...