Sosialisasi Tangkal Radikalisme Kian Digencarkan Polisi

kancantaradio.com – Guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk menjaga persatuan bangsa dari berbagai ancaman, baik yang datang dari luar maupun yang berasal dari dalam tubuh Bangsa Indonesia sendiri yang ditandai dengan bermunculannya faham-faham yang tak sejalan dengan palsafah bangsa yang disertai dengan gerakan-gerakan yang mengandung radikalisme dan bersifat terorisme.

Dalam rangka mencegah Bangsa Indonesia terprovokasi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab yang menginginkan kehancuran NKRI melalui faham-faham radikalisme yang kerap menyulut aksi perlawanan secara prontal kepada pemerintah. Aparat kepolisian yang bertugas menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat terus melakukan sosialisasi anti radikalisme dengan mengunjungi kelompok-kelompok masyarakat dan berbagai organisasi masyarakat, baik yang bersifat sosial maupun keagamaan.

Pada Selasa (13/6) kemarin, perwakilan dari Mabes Polri, Jakarta bersama jajaran Polda NTb dan Polres Lotim menggelar acara sosialisasi upaya penangkalan dini terhadap faham-faham radikalisme di Pondok Pesantren Maraqit-ta’limat Desa Mamben Kecamatan Wanasaba yang dihadiri pimpinan dan para santri ponpes.

Dalam kesempatan ini, perwakilan dari Divisi Humas Mabes Polri, Kombes (pol) Tavid Yulianto menghimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan oknum yang berniat menggiring pemikiran masyarakat untuk melakukan aksi brutalisme dengan melakukan teror yang dapat menjatuhkan korban nyawa. Sebab, tindakan yang demikian itu sangat bertentangan dengan hukum yang berlaku di negara Indonesia.

Kepada Kancanta, Tavid Yulianto menyampaikan bahwa tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait tata hukum berkehidupan di Negara Indonesia yang berlandaskan undang-undang dan Pancasila. Sehingga, masyarakat memiliki ketahanan dalam rangka mengantisipasi pengaruh gerakan-gerakan atau ideologi-ideologi yang saat ini berkembang di masyarakat.

Kehadiran tim dari Divisi Humas Mabes Polri di Lombok Timur ini sebagai upaya mengantisipasi terpengaruhnya masyarakat oleh ideology-ideologi yang cenderung mengutamakan tindakan radikal. Sebab secara umum, seluruh daerah di Indonesia, bukan hanya di Lombok Timur, potensi berkembangnya faham radikal itu selalu ada. Terlebih, dari perjalanan bangsa ini yang tercatat dalam data kepolisian, sudah banyak pelaku tindakan radikalisme yang tertangkap berasal dari wilayah Nusa Tenggara Barat.

Diungkapkan Tavid, kegiatan sosialisasi yang dilakukan di Lombok Timur ini sebagai langkah pencegahan dini terhadap pengaruh masuknya faham-faham yang mengajarkan aksi kekerasan dan radikalisme di kalangan masyarakat. Sebab, langkah utama yang sangat mendasar yang harus dilakukan untuk pencegahan dini adalah komunikasi dengan masyarakat. Terutama, kalangan muda yang masih labil, sehingga mudah terpengaruh dengan pemahaman-pemahaman baru. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *