Wacana 5 Hari Masuk Sekolah Terus Tuai Kritikan

kancantaradio.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia telah mewacanakan pada awal tahun ajaran baru 2017/2018 mendatang, akan menerapkan sistem 5 hari masuk sekolah. Namun, kebijakan tersebut hingga kini masih terus menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan. Terlebih lagi, bila merunut pada kesiapan setiap daerah untuk menjalani kebijakan lima hari kerja atau masuk sekolah yang dimaksudkan.

Menurut Kabid Pemberdayaan Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur, Muhir, saat dikonfirmasi Kancanta di Selong, Rabu (14/6) kemarin, bahwa pro kontra dalam hal kebijakan yang diambil pemerintah sudah lumrah terjadi, sebab setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing. Tapi yang jelas dikatakan, jika wacana tersebut pada akhirnya akan resmi diberlakukan, mau tidak mau, karena itu merupakan sebuah ketentuan dan keharusan, maka pemerintah daerah harus siap menjalani kebijakan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Khusus di Lombok Timur, menurut Muhir, wacana lima hari sekolah dengan hari Sabtu dan Minggu diliburkan yang dimaksudkan agar para siswa dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga. Dengan catatan, jam masuk sekolah nantinya akan ditambah hingga sore hari yang disebut dengan istilah full day school ini masih diperdebatkan. Hal ini tak lepas dari kondisi kesiapan sekolah untuk menjalankan program tersebut yang belum maksimal. Terutama, untuk di tataran sekolah dasar (SD).

Sekretaris Ikatan Guru Indonesia (IGI) Lombok Timur ini tak menampik bahwa Lotim masih kekurangan fasilitas yang mendukung siswa menjalani sekolah hingga sore hari. Seperti sarana kantin tempat siswa melakukan makan siang, mengingat siswa harus menjalani sekolah hingga sore hari. Apalagi dengan siswa SD yang notabene masih terlalu dini jika jam belajar ditambah.

Kendati demikian, Muhir berpendapat full day school nantinya tidak akan seperti yang masyarakat fikirkan selama ini. Bisa saja nanti pemerintah akan mengatur sedemikian rupa dengan jadwal dan lain sebagainya untuk mengatur kegiatan siswa di sekolah. Bukan berarti dengan full day school, siswa akan digenjot belajar secara terus menerus. Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah harus melakukan kajian yang mendalam terlebih dahulu. Karena hal ini menyangkut masa depan penerus bangsa. Dan jika pada akhirnya diberlakukan, pemerintah daerah harus siap menjalankan dengan sempurna. (ovp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jangkauan Siaran Selaparang TV Semakin Luas

kancantaradio.com – Kabupaten Lombok Timur memiliki satu kekayaan yang pantas untuk dibanggakan, yaitu Selaparang TV ...