Sekolah Lapang Iklim Resmi Ditutup

kancantaradio.com – Setelah banyak memberikan pengetahuan bagi para petani sejak April lalu, kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tahap III Provinsi NTB yang dilaksanakan di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur, akhirnya secara resmi ditutup pada Rabu (12/7) kemarin. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tersebut ditutup langsung oleh Deputi Bidang Klimatologi BMKG, R. Mulyono Rahadi Prabowo.

Sekolah Lapang Iklim ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pola tanam yang sangat memperhatikan kondisi iklim, dengan harapan, para petani mampu mengurangi resiko gagal panen. Karena terkadang, di Indonesia dan termasuk di NTB, kerap mengalami iklim yang ekstrim.

Dikatakan panitia penyelenggara, Tulus, peserta SLI yang diselenggarakan di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur ini berjumlah 25 orang petani yang berasal dari 15 kelompok tani yang berada di wilayah Kecamatan Sikur yang sejak awal pelatihan hingga pada saat panen raya ini telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Sejak dibuka April lalu, seluruh peserta diberikan pelatihan dalam 12 kali pertemuan dengan tambahan flied trip ke stasiun klimatologi yang berada di Lombok Barat.

Berdasarkan hasil penghitungan BPS pada saat ubinan 6 Juli lalu diperoleh hasil yang cukup meningkat. Dan menurut Tulus bahwa bukan hanya peningkatan hasil yang diperoleh para peserta. Akan tetapi, pengetahuan dan wawasan para peserta juga mengalami peningkatan yang cukup baik.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan yang sangat bermanfaat bagi petani di Lombok Timur ini. Kegiatan pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan petani karena akan memberikan pengetahuan yang cukup dalam memprediksi iklim dalam kegiatannya bercocok tanam. Sebab, persoalan iklim mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi keberhasilan dalam bercocok tanam.

Selanjutnya, Wabup juga berpesan agar para peserta pelatihan dalam SLI ini tetap mau belajar dan juga mengamalkan pengetahuan yang didapatnya di SLI ini kepada petani lainnya. Wabup juga berharap agar kegiatan serupa dapat juga dilaksanakan di masing-masing kecamatan di Lombok Timur. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *