Ust. Fadli Said Bahagia Berpoligami

kancantaradio.com – Tak banyak laki-laki yang mampu menjalankan praktik poligami. Begitu juga dengan kaum Hawa, sangat sedikit sekali yang siap lahir bathin untuk menjalankan biduk rumah tangga bersama pasangan yang berpoligami. Namun, bagi Ust. L. Fadli Said yang merupakan salah seorang aktifis Hidayatullah ini, hidup berumah tangga dengan isteri yang lebih dari satu telah membuat kehidupannya dan keluarganya sangat bahagia.

Setelah menikahi Intan Fadli, gadis usia belia 18 tahun pada tahun 1997 lalu, kehidupan rumah tangga pegiat dakwah Hidayatullah ini dilimpahi kebahagiaan dengan dikaruniai 7 putra-putri yang tumbuh dan berkembang dengan baik. Selain memberikan keturunan yang melimpah disertai kasih sayang yang tiada putus, Intan Fadli juga telah memberikan kebebasan bagi sang suami untuk dapat beribadah dengan menjalankan syari’at poligami.

Berkali-kali, Intan Fadli mencarikan jodoh bagi suaminya dengan penuh keikhlasan. Dan barulah pada tahun 2014 lalu, seorang siswi di sebuah sekolah kejuruan bersedia dinikahkan dengan suaminya sebagai isteri kedua. Miftahul Jannah, remaja usia 18 tahun ini siap dinikahi sebagai isteri kedua Ust. Fadli Said dan tetap bertahan hingga saat ini dalam kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan.

Berpoligami bagi ketua club panahan Mata Elang ini adalah bagian dari syari’at Islam yang jika mampu dilakukan oleh seseorang, maka hal itu menjadi lebih baik dan telah dibuktikan selama ini dengan kehidupan poligaminya yang selalu dinaungi kerukunan dan kebahagiaan di dalam keluarga. Meskipun, kedua isterinya berada dalam satu tempat tinggal, tak pernah terjadi percekcokan di antara keduanya dan juga bersama anak-anaknya.

Kunci keberhasilan dalam menjalankan rumah tangga poligami menurut Ust. Fadli Said, sebagaimana disampaikannya kepada Kancanta, belum lama ini adalah adanya komitmen saling berbagi, peduli dan saling pengertian. Baginya, hidup bersama isteri yang lebih dari satu adalah bagian dari ibadah yang tidak perlu dikhawatirkan. Apalagi, dalam hal-hal yang menyangkut persoalan materi. Sebab, isteri akan mendatangkan rizki dan keberkahan. Demikian jelasnya di Selong. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *