Bupati Minta LFP-TKI Juga Perhatikan Naker Dalam Negeri

kancantaradio.com – Satu lagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berdiri di Lombok Timur, yakni Lembaga Forum Peduli TKI (LFP-TKI) yang akan berkiprah dalam memberikan advokasi, mediasi perlindungan TKI dan sosial kemasyarakatan. LSM baru ini dideklarasikan di Gedung Wanita Selong pada Senin (24/7) kemarin yang turut disaksikan Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan beserta jajaran Forkopimda dan SKPD lingkup Pemda Lombok Timur.

Melihat isu utama yang diangkat LFP-TKI Lombok Timur yang lebih menitik beratkan pada pengawalan TKI yang bekerja di luar negeri, Bupati menyampaikan agar lembaga ini juga bisa memberikan perhatian bagi pekerja dalam negeri. Sebab, yang namanya TKI itu, bukan semata-semata yang berada di luar negeri.

Ada banyak tenaga kerja dalam negeri yang perlu mendapatkan perhatian banyak kalangan, ungkap Bupati saat memberikan sambutan usai deklarasi pengurus LFP-TKI Lombok Timur. Kuli bangunan, buruh-buruh di terminal, pelayan toko dan lain sebagainya layak juga mendapatkan perhatian. Lebih-lebih, khusus di Lombok Timur, Pemerintah Daerah telah menerbitkan Peraturan Daerah (perda) yang melindungi para pekerja nonformal tersebut.

Dalam perda tersebut, di mana, hanya Lombok Timur saja yang memilikinya, telah diatur hal-hal yang menyangkut kesejahteraan para pekerja nonformal. Seperti, kisaran gaji yang dterima yang tidak boleh di bawah upah minimum regional (UMR).

Dalam kesempatan ini pula, Bupati mengapresiasi semua pihak yang sudah mau melibatkan diri secara sukarela dengan membuat LSM guna memberikan pelayanan dan perhatian bagi masyarakat dengan menyebutkan bahwa orang-orang yang terlibat dalam kegiatan LSM yang bersifat sukarela termasuk golongan orang-orang suci yang mencintai orang-orang miskin dan menderita. Sama halnya dengan yang dilakukan para petinggi-petinggi agama, seperti alim ulama’, pendeta, biksu dan biarawan. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *