Balitbangkes Lakukan Riset Ketenagaan Kesehatan

kancantaradio.com – Untuk memetakan dan mengetahui secara pasti kondisi ketenagaan kesehatan yang dimiliki seluruh daerah, Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan (balitbangkes) melaksanakan kegiatan riset ketenagaan kesehatan yang dilakukan di seluruh provinsi. Untuk di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang satu-satunya dilakukan secara swakelola di bawah Koordinator Wilayah III di bawah Pusat Humaniora yang awalnya berkedudukan di Surabaya, yang kini pindah ke Jakarta, pelaksanaan Riset Ketenagaan Kesehatan (risnakes) dilakukan secara serentak selama 20 hari kerja pada bulan ini yang dijadwalkan berakhir 31 Agustus. Demikian disampaikan Penanggungjawab Teknis wilayah Kabupaten Lombok Timur, Irianto saat dikonfirmasi Kancanta di Base Camp tenaga Risnakes yang berlokasi di desa Rumbuk Kecamatan Sakra, Rabu (9/8) kemarin.

Risnakes ini dilakukan sebagai upaya pemetaan dan penelitian untuk mengetahui secara pasti kondisi tenaga kesehatan yang dimiliki, karena selama ini diketahui bahwa 80% keberhasilan pelayanan kesehatan ada di tangan SDM atau tenaga kesehatan. Karena itulah, riset ini bertujuan untuk memotret kondisi tenaga kesehatan yang ada yang tersebar di semua fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas.

Dikatakan Irianto, riset ini ingin mengetahui banyak hal terkait tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, baik dari segi kuantitas ataupun kualitasnya. Sebab, kerap dikemukakan di berbagai daerah melalui media massa bahwa setiap daerah selalu mengeluhkan kekurangan tenaga kesehatan. Hal inilah yang ingin dipastikan. Sebab, terkadang ada beberapa tenaga kesehatan yang dipekerjakan ada posisi yang tidak sesuai dengan profesinya. Seperti perawat yang bekerja untuk penanganan administrasi atau banyak tenaga kesehatan yang tidak bekerja sesuai dengan tupoksinya.

Khusus di Lombok Timur, ungkap Irianto, ada beberapa Kepala Puskesmas yang berasal dari dokter atau yang berasal dari profesi perawat, begitu juga dengan Kepala Tata Usaha maupun bendaharanya. Kondisi ini akan mempengaruhi kinerja, karena akan memungkinkan yang bersangkutan tidak mampu bekerja secara maksimal berdasarkan dasar keilmuannya yang tidak berbasis managemen.

Selanjutnya, hasil riset yang dilakukan ini akan disampaikan kepada para pemangku kebijakan untuk dapat dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan program pembangunan di sektor kesehatan. (kis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jangkauan Siaran Selaparang TV Semakin Luas

kancantaradio.com – Kabupaten Lombok Timur memiliki satu kekayaan yang pantas untuk dibanggakan, yaitu Selaparang TV ...