BUMDes Jangan Jadi Kompetitor Usaha Masyarakat

kancantaradio.com – Desa kini memiliki kesempatan yang besar untuk berkembang lebih pesat. Dengan adanya 2 kewenangan utama yang telah diberikan negara keada desa, yakni kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan hak asal usul, desa kini telah mendapatkan kekuatan besar untuk bekerja secara mandiri tanpa intervensi yang begitu kuat dari pemerintah pusat ataupun daerah. Dengan 2 kewenagan tersebut, desa akan dapat menggali dan mengembangkan segala bentuk sumber daya yang dimiliki, untuk dikembangkan menjadi modal untuk meraih kesuksesan. Terlebih, kucuran dana yang dapat dimanfaatkan sangat besar.

Tak ada yang menyangsikan bahwa desa memiliki sumber daya yang sangat melimpah dan potensial untuk digarap sebagai usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itulah, pemerintah telah mulai menjalankan pembangunan yang dimulai dari desa. Seba diyakini bahwa kalau desa maju, maka negara juga akan ikut maju.

Segala bentuk sumber daya yang dimiliki desa tersebut, hendaknya dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Jangan sampai, ada sumber daya yang dimiliki itu, dikuasai orang luar. Oleh karena itu, dengan adanya kekuatan anggaran yang besar, desa berpeluang membuat badan usaha yang dikelola secara mandiri oleh desa. Demikian disampaikan Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ahmad Erani Yustika saat memberikan kuliah umum di kampus Univrsitas Gunung Rinjani (UGR) Anjani Kecamatan Suralaga, Kamis (10/8) kemarin.

Disarankannya agar setiap desa membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan pengembangan potensi lokal agar dapat mendatangkan manfaat yang besar. Undang-undang tidak melarang penyertaan modal desa yang diambilkan dari dana desa untuk usaha pengembangan BUMDes ini yang dapat digunakan untuk memperbesar usaha yang dijalankan BUMDes.

Namun dikatakan Ahmad Erani, usaha yang dijalankan BUMDes jangan yang sekedar menjual pulsa atau makanan yang sudah banyak digeluti masyarakat. Sehingga, apa yang diusahakan BUMDes tidak sampai mematikan usaha masyarakat atau dengan kata lainnya adalah BUMDes jangan sampai menjadi kompetitor bagi usaha masyarakat. Sebab, jika hal itu dilakukan, maka dampaknya akan tidak baik.

BUMDes hendaknya mampu menggarap potensi lokal yang dapat dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan jangka panjang desa dan masyarakat dan berskala besar. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *