Ali BD Silaturrahim Ke Darul Muhajirin

kancantaradio.com – Silaturrahim merupakan hal yang paling sering dilakukan Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan. Seakan-akan, hal itu menjadi rutinitasnya sehari-hari, sejak jauh-jauh hari, sebelum menjadi bupati. Demikian pun, pada saat menjabat sebagai kepala daerah di Lombok Timur. Di jeda-jeda kesibukannya menjalankan tugas kenegaraan, sosok yang akrab dengan kaca mata hitam ini selalu menyempatkan diri mengunjungi sahabat kerabat untuk menyambung silaturrahim. Demikian pula yang dilakukan pada Selasa (26/9) kemarin dengan mengunjungi Pondok Pesantren Darul Muhajirin, Praya, Lombok Tengah.

Silaturrahim yang dilakukan Ali BD merupakan kegiatan yang mengacu pada anjuran agama Islam yang menginginkan penganutnya senantiasa menjaga hubungan persaudaraan dengan menghindari perpecahan yang berujung pada pertikaian.

Menurut Ali BD, menyambung silaturrahim itu tidak terbatas daerah. Orang Lombok Timur tidak dilarang mengunjungi warga lainnya di Lombok Tengah ataupun di daerah-daerah lainnya. Karena sesungguhnya, setiap orang muslim itu bersaudara yang diwajibkan menjaga persatuan dan persatuan seraya menghindari perpecahan.

Karena begitu pentingnya yang namanya menjalin silaturrahim ini. Maka, dalam kesempatan kunjungannya ke pondok pesantren yang dipimpin TGH. Syamsul Rizal putra dari TGH. Najamuddin Makmun ini, Ali BD menegaskan bahwa dalam memilih dan menentukan pemimpin, sebagaimana pada pilkada yang sebentar lagi dihadapi masyarakat NTB, haruslah orang-orang yang memiliki semangat untuk menyatukan ummat, bukan sebaliknya, mereka yang memecah belah ummat demi kepentingan pribadi atau golongannya.

Seruan untuk menjalin persatuan dan kesatuan memang paling sering disampaikan Ali BD dalam berbagai kesempatan. Sebab, perbedaan yang ada tidak lantas dijadian sebagai alasan untuk menempatkan suatu golongan pada kedudukan yang lebih tinggi atas kelompok lainnya. Karena sangat jelas dinyatakan dalam Alqur’an bahwa yang paling mulia di sisi Allah SWT itu ditentukan dari derajat ketaqwaannya. Bukan didasarkan pada besar atau kecilnya organisasi yang diikuti. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *