NTB Krisis Penulis

kancantaradio.com – Dokumentasi berupa karya tulis sangat dibutuhkan sebagai bukti sejarah yang dapat dimanfaatkan generasi mendatang. Ketiadaan hasil karya tulis akan berdampak besar bagi keberlangsungan peradaban manusia. Bagaimana tidak, seandainya banyak hal baik yang terjadi di masa lampau tidak terdokumentasi sebagaimana mestinya. Tentu, manusia di zaman sekarang ini akan kesulitan dalam menentukan acuan dalam berkehidupan dan berkebudayaan.

Menyoroti kondisi yang terjadi di era sekarang ini. Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan pada saat menghadiri acara bedah buku Sang Pelopor Zakat dan Bupati Independen di Pondok Pesantren Nurussobah di Lombok Tengah, beberapa waktu lalu, mengungkapkan bahwa minat menulis masyarakat Nusa Tenggara Barat masih sangat rendah. Terbukti dengan jarangnya ditemukan buku-buku hasil karya masyarakat NTB.

Disampaikannya bahwa masyarakat Nusa Tenggara Barat dan khususnya warga Suku Sasak yang merupakan penduduk mayoritas di Pulau Lombok minim perhatian dalam hal menulis buku. Padahal, manfaatnya sangat besar. Sebab, ada banyak hal dan sejumlah tokoh di Nusa Tenggara Barat yang memiliki nama besar dengan segala kebaikannya, namun harus terkubur sejarah, karena tak terdokumentasi dengan baik. Karena itulah, Bupati yang juga merupakan mantan wartawan nasional ini berharap agar minat menulis ini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik di tengah masyarakat.

Harapan besar itu didasarkan pada pemikiran bahwa ada banyak hal yang seharusnya terdokumentasi dengan baik. Sehingga, dapat dijadikan sebagai rujukan yang sahih dalam berkehidupan di masa sekarang dan juga di masa mendatang. Terutama, yang menyangkut dengan ajaran-ajaran kebaikan yang ditelurkan para tokoh agama di masa lampau.

Dunia sebenarnya telah mengakui bahwa ada banyak tokoh yang berasal dari Nusa Tenggara Barat yang mampu menjadi panutan masyarakat dunia. Namun, data-data tertulis yang menerangkan kebenaran itu sangat minim. Masyarakat hanya mendapatkan cerita dari mulut ke mulut yang terkadang sangat dinilai kurang terpercaya.

Karena itulah, Bupati mendorong agar masyarakat mulai membuka mata dengan kenyataan bahwa menulis buku itu merupakan hal yang sangat dibutuhkan. Sehingga, bermunculan para penulis yang banyak. Jika tidak, maka diyakini bahwa masyarakat akan mengalami kemunduran. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *