Soal Pancasila, Muhammadiyah Sudah Final

kancantaradio.com – Belakangan ini, bangsa Indonesia tampaknya sedang terusik dengan berbagai isu yang sedikit mengganggu soliditas kebangsaan. Bermunculan isu-isu yang bersentuhan dengan dasar negara Pancasila. Namun bagi Muhammadiyah, Pancasila sudah final dan tidak perlu diperbincangkan di dalam tubuh organisasi yang lebih tua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Demikian terungkap di dalam acara Sarasehan Negara Pancasila sebagai Daarul Ahdi Was Syahadah yang dilaksanakan di Selong, Sabtu (30/9) kemarin.

Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, H. Hajriyanto Y. Tohari selaku keynote speaker dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa tidak ada keraguan dalam tunuh organisasi Muhammadiyah soal pengamalan Pancasila. Sebab, Pancasila merupakan hasil konsensus tokoh-tokoh bangsa yang termasuk juga dari intern Muhammadiyah.

Dalam pengertian Daarul Ahdi, maka Muhammadiyah wajib hukumnya menjalankan apa yang sudah ditetapkan negara melalui lembaga-lembaga yang sah. Dan diterangkan lebih lanjut oleh H. Hajriyanto bahwa Muhammadiyah terlalu dewasa untuk diajari tentang Pancasila dan kebhinnekaan. Bagaimana tidak, salah seorang dari pimpinan Muhammadiyah, yakni Ki Bagus Hadikusumo turut andil dalam perumusan Pancasila dan kemerdekaan Indonesia.

Soal Pancasila, menurut H. Hajriyanto, Muhammadiyah tidak perlu menyebutkan diri saya pancasila saya NKRI, karena Muhammadiyah masuk menjadi bagian perumus Pancasila dan kemerdekaan bangsa. Begitupun halnya soal kebhinnekaan. Muhammadiyah dalam implementasi Daarus Syahadah telah membuktikan diri sebagai organisasi yang menjunjung kebhinnekaan dengan mendirikan perguruan tinggi di daerah Papua yang mahasiswanya mayoritas beragama non muslim.

Senada dengan H. Hajriyanto, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur, Abdul Malik HB juga menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi yang selalu menjaga keutuhan NKRI agar tidak sampai terkoyak oleh faham pengganggu lainnya. Karena sesungguhnya, Muhammadiyah merupakan organisasi pergerakan Islam yang berkemajuan dengan mengedepankan nilai-nilai kompetitif yang positif. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *