Ali BD Pemimpin Lokal Bergagasan Nasional

kancantaradio.com – Gaung pemilihan kepala daerah (pilkada) Provinsi Nusa Tenggara Barat kian kencang. Sejumlah kandidat bakal calon yang siap bertarung pada pemilihan 27 Juni 2018 mendatang sudah semakin merapatkan barisan agar mampu meraih simpati warga NTB. Berbagai jargon dikeluarkan para kandidat agar semakin memiliki tempat di hati masyarakat. Namun bagi L. Tajir Syahroni, politikus asal Lombok Tengah, hatinya telah mantap melabuhkan pilihannya pada calon yang akan maju lewat jalur independen, HM. Ali Bin Dachlan alias Amaq Asrul.

Meskipun tidak tinggal di kabupaten yang sama, namun bagi Tajir, sosok Ali BD yang saat ini menjabat sebagai Bupati lombok Timur merupakan pribadi yang pantas untuk diperjuangkan agar dapat menduduki kursi NTB 1. Karena, gagasan-gagasannya telah memberi warna pada perbaikan di NTB dan bahkan di level nasional.

Saat didaulat sebagai nara sumber dalam suatu kesempatan dialog di salah satu stasiun radio yang ada di Lombok Tengah, Senin (9/10) kemarin, Tajir menyampaikan bahwa Ali BD sebagai Bupati Lombok Timur berani mengambil kebijakan yang belum popular. Meskipun, langkah yang diambil kerap tak senada dengan kebijakan pemerintah provinsi. Namun sejarah mencatat, beberapa kebijakan yang diambilnya menjadi acuan kebijakan pemerintah pusat.

Pengangkatan para tenaga honorer daerah menjadi Pegawai Negeri Sipil yang menjadi bagian dari kebijakan Ali BD akhirnya diadopsi pemerintah pusat melalui sistem data base K1 dan K2. Begitu juga dengan penegakan peraturan daerah tentang zakat yang selanjutnya menjadi sumbu pemicu terimplementasinya undang-undang tentang zakat secara nasional.

Meski berkiprah di level daerah, namun ide dan gagasan Ali BD tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena, ide dan gagasannya mampu dijadikan acuan untuk kebijakan nasional. Untuk itu, maka sangat wajar jika Ali BD dianggap sebagai pemimpin lokal bergagasan nasional. Demikian disampaikan Tajir dalam kesempatan tersebut.

Dengan segala kapabilitas yang diiringi dengan keberaniannya dalam menegakkan prinsip yang dipegang. Maka, cukuplah hal itu dijadikan alasan untuk memperjuangkannya menjadi pelanjut TGB sebagai Gubernur NTB periode 2018-2023. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *