Warga Senanggalih Datangi Polres Lotim

kancantaradio.com – Kisruh antara warga Senanggalih Kecamatan Sambelia dengan PT. Sadhana Arif Nusa (SAN) terkait pengelolaan lahan HTI yang ada di wilayah Sambelia masih terus berlanjut. Rabu (18/10) kemarin, puluhan warga Senanggalih yang difasilitasi Serikat Tani Nasional (STN) mendatangi Polres Lombok Timur untuk melakukan hearing.

Kedatangan warga Senanggalih ini diterima Kasat Intelkam, AKP Hatta dan Kasat Reskrim, AKP Antonius Gea mewakili Kapolres yang sedang menjalankan kegiatan kunjungan ke polsek-polsek jajaran di Rupatama Polres Lombok Timur.

Ketua Serikat Tani Nasional (STN) Lombok Timur, Andra menyampaikan bahwa pengelolaan lahan hutan di wilayah Desa Senanggalih telah dilakukan sejak zaman Belanda. Hal ini perlu diketahui pihak Polres Lombok Timur agar dalam melaksanakan tugasnya, Polres Lombok Timur tidak terkesan berat sebelah, sebagaimana disinyalir saat ini. Karena Polres dinilai tidak mengindahkan laporan yang disampaikan masyarakat terkait pelanggaran hukum yang dilakukan PT. SAN.

Menanggapi hal itu, Kasat Intelkam, AKP Hatta menyampaikan bahwa polisi sama sekali tidak memihak. Apa yang dilakukan polisi selalu menjadi penengah. Namun, perlu diketahui oleh masyarakat bahwa sesungguhnya, PT. SAN telah memiliki izin pengelolaan dari kementerian. Atas dasar itulah, aparat kepolisian mengambil tindakan pengamanan saat ini.

Namun, lanjut Hatta, jika masyarakat setempat memiliki bukti yang sah tentang kepemilikan lahan yang dikelola PT. SAN, maka bisa dijadikan sebagai dasar untuk melakukan gugatan hukum, baik perdata ataupun pidana.

Hatta juga menyarankan kepada masyarakat Senanggalih untuk menyelesaikan persoalan ini, hendaknya juga melakukan kegiatan serupa di tingkat yang lebih tinggi, yakni di provinsi ataupun hingga ke kementerian. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *