Kelompok TKM Desmigratif Dilatih Kewirausahaan

kancantaradio.com – Program Desa Migran Produktif (desmigratif) yang menyasar dua desa di Lombok Timur, yakni Desa Korleko di Kecamatan Labuhan Haji dan Desa Lenek Lauq di Kecamatan Aikmel akan berusaha mewujudkan TKI Purna ataupun keluarga TKI yang mampu berdikari dengan bekal keterampilan usaha yang cukup. Sehingga, dapat mengurangi ketergantungan bekerja di luar negeri. Karenanya, berkali-kali, kelompok-kelompok tenaga kerja mandiri (TKM) di dua desa migran produktif ini diberian pelatihan kewirausahaan secara bergantian.

Baru-baru ini, selama 3 hari, dua kelompok TKM di masing-masing desa desmigratif diberikan pelatihan pertukangan, perbengkelan dan pembuatan pakan ikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur sebagai perpanjangan tangan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Dengan adanya pelatihan ini, para TKI Purna alias mantan TKI dan juga para keluarga TKI yang ada di dua desmigratif ini memiliki keterampilan usaha yang dapat dikembangkan. Sehingga, memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kepala Bidang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur, L. Taufiqurrahman pada saat menutup acara pelatihan di Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji, Jum’at (20/10) kemarin, mengapresiasi semangat para TKI Purna dan keluarga TKI dalam mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diadakan Disnakertrans sebagai bagian dari program desmigratif.

Diharapkan, pelatihan yang diberikan ini dapat dilanjutkan dengan menjalankannya sebagai lapangan pekerjaan. Sebab, selain diberikan ilmu-ilmu teknis, para peserta pelatihan juga diberikan bantuan perlengkapan peralatan yang dapat dimanfaatkan langsung untuk membuka usaha.

Untuk di Desa Korleko, bantuan perlengkapan peralatan pembuatan pakan ikan dan alat-alat pertukangan sudah diserahkan langsung di hari terakhir pelatihan, kemarin. L. Taufiqurrahman pada saat penyerahan mengingatkan agar masyarakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya dan sekaligus merawatnya agar dapat digunakan dalam waktu yang panjang.

Lebih lanjut diungkapkannya bahwa, jika anggaran tersedia, pemerintah akan terus berupaya memberikan bantuan pelatihan dan perlengkapan usaha lainnya yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga, program desmigratif di dua desa yang dijadikan percontohan untuk tahun ini dapat berjalan dengan baik dan berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *