Permintaan Pasar Untuk Benda Seni Mulai Meredup

kancantaradio.com – Geliat usaha benda-benda seni di Lombok Timur menurut sejumlah pengusahanya dianggap dalam kondisi yang meredup. Berbeda dengan beberapa tahun lalu yang ditandai dengan banyaknya permintaan pengiriman hingga luar negeri. Saat ini, pengiriman ke luar negeri tak segencar beberapa tahun lalu dan jumlah negara tujuan pengiriman juga sudah mulai berkurang.

Salah seorang pengusaha benda-benda seni yang sudah cukup lama malang melintang hingga menembus pasar internasional, Mulyadi, mengungkapkan bahwa jumlah penjualan belakangan ini mulai menurun. Bukan hanya permintaan dari luar negeri, konsumen dalam negeri juga turut meredup.

Meredupnya nilai penjualan benda-benda seni saat ini terpengaruh oleh berubahnya mindset konsumen dari kebiasaan membeli untuk dikoleksi menjadi membeli sesuai dengan kebutuhan. Sehingga, terjadi penurunan jumlah permintaan.
Pemilik UD. Lombok Mulya, Desa Masbagik Timur Kecamatan Masbagik ini merasakan betul penurunan jumlah permintaan benda-benda seni. Beberapa tahun lalu, benda-benda seni keluaran galery miliknya selalu mendapatkan pesanan pengiriman hingga Eropa, selain ke negara-negara di Timur Tengah. Namun belakangan ini, pengiriman ke Prancis dihentikan.

Beruntung, ungkapnya, menurunnya permintaan benda-benda seni berupa gerabah dan berbagai hasil ukiran dan anyaman khas Lombok yang telah lama digandrungi konsumen tidak diikuti para peminat mutiara yang diusahakannya. Sehingga, geliat usahanya tidak menjadi jalan di tempat.

Meskipun, jumlah penjualan benda-benda seni mulai berkurang. Nasib para pengerajin tidak serta merta ikut gulung tikar, Mulyadi mengungkapkan bahwa aktifitas para pengerajin gerabah khususnya, masih tetap lancar. Sebab, ada peningkatan permintaan untuk gerabah. Terutama, benda-benda yang menjadi kebutuhan rumah tangga. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *