Politik Sering Jadi Penyebab Perpecahan

kancantaradio.com – Semakin mendekati 27 Juni 2018 sebagai puncak pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Suhu perpolitikan semakin memanas. Saling serang antar pendukung pasangan calon kepala daerah makin sering terlihat. Persatuan dan kesatuan rakyat menghadapi tantangan besar.

Sebagai pihak yang terlibat secara langsung dalam pemilihan Gubernur NTB kali ini, HM. Ali Bin Dachlan yang telah memantapkan diri maju melalui jalur perseorangan dengan menggandeng Gede Sakti sebagai pasangan mengungkapkan bahwa politik memang selalu menghadirkan riak-riak persaingan antar pendukung calon kepala daerah yang terkadang menjurus pada hal-hal yang bersifat negatif.

Perseteruan akibat politik bukan hanya terjadi menjelang pelaksanaan pilkada. Namun tidak jarang, perseteruan bisa berlanjut pasca ditetapkannya pemenang. Bahkan, akibat persaingan politik, terjadi permusuhan yang berkepanjangan di tengah masyarakat.

Menyadari segala kemungkinan buruk akibat persaingan dalam politik. HM. Ali Bin Dachlan selaku politikus senior yang siap menjadi salah satu kandidat terkuat dalam memperebutkan jabatan Gubernur NTB periode 2018-2023 mengajak seluruh masyarakat agar tidak larut dalam persaingan yang menyebabkan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat. Berbeda pilihan pada saat pilkada tidak seharusnya dijadikan sebagai pemicu perseteruan yang berkepanjangan, demikian ungkapnya di Mataram, baru-baru ini usai mendaftarkan diri bersama pasangannya ke KPU NTB sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Dikatakannya bahwa, budaya Bangsa Indonesia adalah selalu memiliki solidaritas yang tinggi sejak zaman dahulu. Dengan beragam suku, adat istiadat dan juga agama yang dianut Bangsa Indonesia, persatuan dan kesatuan ummat selalu terjaga dengan baik yang menjadikan Indonesia sebagai negara yang besar di masa lampau. Namun dewasa ini, persatuan dan kesatuan ummat mulai terkikis. Perseteruan antar agama kerap muncul. Padahal, sudah ada Forum Kesatuan Ummat Beragama (FKUB) yang dibentuk pemerintah sebagai ajang pemersatu ummat beragama. Berbeda kondisinya dengan zaman dahulu, di mana, toleransi antar ummat beragama masih tebal walaupun FKUB belum dibentuk.

Perseteruan demi perseteruan yang terjadi di tengah masyarakat itu, menurut Bupati Lombok Timur ini dipicu oleh perpolitikan yang tidak sehat. Politik telah membuat sekat antar keluarga. Perbedaan pilihan tidak jarang menjadikan hubungan kekeluargaan dan kekerabatan menjadi renggang. Inilah sisi buruk dari politik, jelasnya di hadapan para pendukungnya yang diharapkan agar dalam kontestasi kali ini, tidak harus membenci pendukung lain yang menyebabkan perpecahan yang berkepanjangan. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *