Lotim Masih Aman Dari Serangan Difteri

kancantaradio.com – Dalam dunia kesehatan dikenal satu nama gangguan kesehatan yang cukup membahayakan penderitanya, yakni difteri. Difteri merupakan infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan serta terkadang dapat mempengaruhi kulit. Penyakit ini dapat dikatakan sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, drg. Asrul Sani, penyebarannya dapat terjadi dengan mudah, terutama pada orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri lengkap dalam riwayat imunisasinya.

Difteri ini, lanjut Kadikes, merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Jika, balita mendapatkan imunisasi lengkap, maka sangat kecil kemungkinannya untuk terjangkit penyakit ini. Demikian terangnya kepada awak media di Selong, beberapa waktu lalu.

Di Lombok Timur sendiri, kasus difteri belum ditemukan dan Kadikes berharap tidak ditemukan sama sekali, karena cukup membahayakan penderitanya. Dalam catatan World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia milik PBB, dari 7.097 kasus difteri yang dilaporkan pada tahun 2016 lalu dari seluruh dunia, Indonesia menyumbang 342 kasus. Khusus di Indonesia sendiri, dari data yang terkumpul sejak tahun 2011 hingga 2016, tercatat 3.353 orang menderita difteri dan 110 di antaranya meninggal dunia.

Adapun gejala-gejala yang dapat dikenal pada penderita difteri, di antaranya, terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel, demam dan menggigil, sakit tenggorokan disertai suara yang serak, sulit bernafas atau nafas yang cepat, pembengkakan kelenjar limfe pada leher, lemas dan lelah serta pilek yang awalnya cair, namun lama kelamaan berubah menjadi kental dan terkadang bercampur dengan darah. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *