101 Kades Dilantik Serentak

kancantaradio.com – Pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak Tahap II sudah dilaksanakan dengan lancar akhir tahun lalu. Sebanyak 158 desa telah melaksanakan pemilihan dengan baik dan pada Kamis (8/2) kemarin, sebanyak 101 dari 158 kepala desa terpilih telah dilantik dan diambil sumpahnya di Selong. Pelantikan 101 kepala desa ini berdasarkan Keputusan Bupati Lombok Timur nomor : 188.45/88/PMD/2018 tentang Pengesahandan Pengangkatan Kepala Desa Terpilih Periode 2018-2024.

Di hadapan ribuan masyarakat Lombok Timur yang turut menyaksikan prosesi pelantikan ratusan kepala desa ini, Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan mengingatkan para kepala desa yang baru dilantik untuk memperhatikan dengan seksama sumpah yang sudah diucapkan.

Tugas yang terpenting bagi seorang kepala desa adalah menegakkan keadilan. Diketahui memang, dalam proses pemilihan lalu, tidak semua masyarakat yang memilihnya. Namun, berhasilnya seorang calon kepala desa menjadi kepala desa, pastinya karena adanya rakyat yang memilihnya. Akan tetapi, Bupati mengingatkan agar kepala desa juga tidak menganggap rakyat yang tidak ikut memilihnya sebagai musuh. Karena inilah yang disebut demokrasi.

Bupati menguraikan pengalamannya yang telah banyak mengikuti ajang pemilihan, mulai dari pemilihan bupati yang berkali-kali dan pemilihan walikota. Semuanya dilakukan dengan penuh kesadaran berdemokrasi. Tidak pernah sekalipun ia memusuhi dan membenci pesaingnya jika kalah, apalagi sampai harus turun ke jalan untuk demonstrasi. Meskipun dirinya, kerap didemo dari pesaingnya yang kalah.

Seorang pemimpin, lanjutnya, tidak boleh balas dendam. Meskipun, banyak kepala dinas yang berseberangan dengannya saat pemilihan. Namun, Bupati tetap membiarkannya bekerja secara profesional. Termasuk juga, pada tahun 2008 lalu, ungkap Bupati, ada 2 pembantu rektor di universitas miliknya yang menjadi tim sukses kandidat lain dalam pilkada Lombok Timur. Bupati tak memecatnya walaupun dalam pertarungan pilkada tersebut, ia kalah.

Dikatakan Bupati, orang boleh menentang seorang pemimpin karena tidak sependapat. Namun, seorang pemimpin yang baik, tidak boleh menghukum orang karena berbeda pendapat. Itulah sifat kenegarawanan yang harus dimiliki seorang pemimpin.

Bupati juga mengingatkan seluruh kepala desa yang baru dilantik untuk segera melakukan pembenahan di desa. Karena kepala desa yang baik adalah kepala desa yang memahami persoalan desanya dan tahu cara menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi masyarakatnya.

Di masa pesta demokrasi yang terus menerus dihadapi masyarakat saat ini. Kepala Desa diharuskan mampu berada di tengah-tengah dengan tetap menjaga netralitasnya selaku pemimpin. Tidak dibenarkan seorang kepala desa diseret-seret untuk mendukung kepentingan kelompok tertentu demi kepentingan untuk memenangkan sebuah ajang pesta demokrasi. Demikian ungkap Bupati. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *