Pilgub NTB Diikuti 4 Pasang Calon

kancantaradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPu) Provinsi NTB telah melaksanakan rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB tahun 2018 di mataram, Senin (12/2) kemarin. Dalam pleno ini, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat menetapkan empat pasang calon yang akan bertarung pada pilgub tahun ini.

Keempat pasangan calon tersebut masing-masing adalah HM. Ali Bin Dachlan yang berpasangan dengan TGH. L. Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni yang maju melalui jalur perseorangan dengan jumlah salinan KTP dukungan sebanyak 325.968 KTP yang sudah terverifikasi secara faktual oleh KPU. Jumlah tersebut sudah melampaui syarat minimal sebanyak 303.331 KTP dukungan.

Selain pasangan dari jalur perseorangan, ada juga pasangan Suhaili FT dan Muhammad Amin yang diusung Partai Gokar, Nasdem dan PKB dengan total dukungan 19 kursi, DR. Zulkieflimansyah-Sitti Rohmi Djalilah yang diusung Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan total dukungan 14 kursi dan juga pasangan Ahyar Abduh-Mori Hanafi yang diusung Gerindra, Hanura, PPP, PAN, PDIP dan PBB dengan total dukungan mencapai 22 kursi.

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori Faisal usai menggelar rapat pleno terbuka tersebut menjelaskan bahwa setelah melalui penelitian persyaratan yang dimulai saat pendaftaran awal lalu. Keempat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB ini dinyatakan telah memenuhi syarat. Dan keempatnya kini sudah resmi menjadi calon gubernur dan wakil gubernur NTB sesuai dengan SK Nomor 256/pk-01/BA/52/Prov/II/2018.

Selanjutnya, usai penetapan calon, KPUD NTB telah menjadwalkan pengambilan nomor urut pasangan calon pada hari berikutnya yang akan dilangsungkan di salah satu hotel di Kota Mataram. Segala yang berkaitan dengan persiapan untuk agenda pengambilan nomor urut ini telah dikoordinasikan juga dengan pihak Polda NTB untuk melakukan pengamanan.

Berbeda dengan tahapan penetapan calon yang dapat dihadiri perwakilan dari calon ataupun penghubung. Pelaksanaan pengambilan nomor urut ini harus diikuti langsung oleh pasangan calon yang sudah ditetapkan KPU. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *