Lotim Tetap Waspadai Kasus Gizi Buruk

kancantaradio.com – Kasus gizi buruk merupakan persoalan dalam skala nasional. Karena, gizi buruk masih juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Tidak hanya di Lombok Timur. Demikian disampaikan Bupati Lombok Timur melalui Asisten II Sekda Kabupaten Lombok Timur, H. Sahabuddin saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Gizi Buruk Balita Kabupaten Lombok Timur di Rupatama II Kantor Bupati pada Kamis (15/2) kemarin.

Khusus di Lombok Timur, ungkapnya, sepanjang tahun 2017, telah terjadi 72 kasus gizi buruk di daerah ini. Jumlah ini mengalami penurunan dari 112 kasus pada tahun sebelumnya. Dalam catatan pemerintah, grafiknya terus menurun sejak tahun 2013. Meskipun demikian, kewaspadaan pemerintah tetap dikedepankan karena angka tersebut masih relatif tinggi bila dibandingkan dengan yang terjadi di daerah lain di NTB.

Sebagai upaya menekan jumlah kasus gizi buruk, pemerintah terus mendorong Tim Penanganan Gizi Buruk bekerja secara bersama-sama dengan tim penanganan gizi di semua Puskesmas. Termasuk, bersama organisasi wanita dalam melakukan pemetaan dan intervensi guna menurunkan kasus gizi buruk di daerah ini. Bahkan, pemerintah telah memberikan perawatan gratis bagi penderita gizi buruk di seluruh pusat layanan kesehatan pemerintah, seperti di RSUD dr. Raden Soedjono Selong dan seluruh Puskesmas di wilayah Lombok Timur.

Munculnya kasus gizi buruk disebabkan banyak faktor. Di antaranya, pola asuh, penyakit penyerta dan sanitasi. Termasuk juga, faktor ketahanan keluarga. Untuk itulah, diperlukan penanganan secara bersinergi lintas sektoral. Selain dengan tetap melakukan pendampingan dan pemantauan secara intensif untuk penderita dengan penyakit penyerta.

Upaya pencegahan dan penjaringan kasus gizi buruk juga tetap konsen dilakukan melalui Tim Kecamatan yang melibatkan Kader Posyandu. Demikian imbuh mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Timur ini. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *