Peringatan Isra’ Mi’raj Pemda Lotim Dilaksanakan Di Aikmel

kancantaradio.com – Melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten, Pemerintah Daerah Lombok Timur menyelenggarakan malam peringatan Isra’ Mi’raj tahun 1439 H yang jatuh pada Kamis malam (12/4) kemarin. Peringatan Isra’ Mi’raj kali ini sedikit berbeda dengan peringatan pada tahun-tahun sebelumnya. Di mana, pelaksanaan malam peringatan peristiwa sakral diberangkatkannya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang dilanjutkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat langsung dari Sang Pencipta, Allah SWT, tidak lagi mengambil tempat di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, melainkan dipindahkan ke Masjid Jami’ Al-Mujahidin Aikmel.

Pemindahan lokasi peringatan Isra’ Mi’raj dari tempat biasanya di Selong, bukan ditumpangi tujuan-tujuan politik. Namun, sebagai upaya lebih mendekatkan dan memperkuat silaturrahim pemerintah dengan komponen masyarakat. Demikian disampaikan Penjabat Sementara (PjS) Bupati Lombok Timur, H. Ahsanul Khalik dalam kesempatan tersebut di Aikmel.
Peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad SAW merupakan suatu kejadian luar biasa yang syarat makna dan hikmah yang harus digali dan difahami ummat Islam. Berbagai kejadian yang dialami Rasulullah selama perjalanan suci tersebut dimaksudkan untuk memperlihatkan sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

Selain menerima perintah sholat 5 waktu sehari semalam dalam peristiwa suci tersebut yang mengandung nilai-nilai kebaikan pribadi dan bersifat sosial. Isra’ Mi’raj juga memperlihatkan suatu proses pergerakan. Rasulullah diberangkatkan dari Makkah ke Palestina lalu dihantarkan ke Sidratul Muntaha di sisi Allah SWT memiliki hikmah yang harus diteladani dan dijadikan acuan dalam hidup.

Hikmah dari pergerakan tersebut dimaknai sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dengan menjaga keseimbangan. Hal inilah yang harus diimplementasikan setiap ummat. Pemerintah Daerah Lombok Timur pun berupaya mengimplementasikan hal itu dengan terus mengupayakan kesejahteraan bagi masyarakat melalui program-program pembangunan, semisal, pembangunan di sektor infrastruktur berupa rehabilitasi atau pemeliharaan jalan dan jembatan, membangun pasar, puskesmas, gedung sekolahdan lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Ditambahkan Khalik, berbagai langkah dan program pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah itu sudah menampakkan hasilnya. Di antaranya, menurunnya angka kemiskinan di Lombok Timur. Dari data pada 2015, angka kemiskinan sekitar 19,14% turun menjadi 18,46% pada tahun 2016.

Selain itu, sebagai upaya meningkatkan mutu dan mendekatkan layanan kepada masyarakat, telah diresmikan 1 kecamatan baru, yakni Kecamatan Lenek yang sebelumnya menjadi bagian dari Kecamatan Aikmel yang membawahi 10 desa. Dengan demikian, saat ini, Lombok Timur memiliki 21 kecamatan. (kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *